Minggu, 24 Juni 2012

Timor Ijo WRC


Cara Menghemat BBM
 
Hemat dari sudut perilaku.
1. Jika mau bepergian, ajaklah keluarga/rekan kantor yg mau pergi juga sehingga tidak perlu pakai dua mobil.lebih.
2. Manfaatkan angkutan umum seperti angkot, becak, ojek,dll
3. Kalau mau pergi ke Luar kota usahakan untuk berangkat pagi-pagi, sebab kondisi jalan sering macet bila sudah siang. 
   Tetapi kalau memang macet, sebaiknya menepi, sekalian makan/buang air/isi bensin serta istirahat, tunggulah sampai jalanan tidak macet lagi baru berangkat.
4. Carilah rute/jalan alternatif yg tidak macet, agak jauh sedikit tidak apa-apa tetap lebih irit asal lancar.
5. Cara mengemudi harus smooth, kurangi frekwensi pengereman. Antisipasi traffic di depan anda, kalau di depan ada lampu merah, nggak perlu menggeber gas, biarkan mobil meluncur toh kena lampu merah juga. Ingat, jangan nge-gas lalu nge-rem, energi terbuang sia-sia di ban dan kampas rem. ( 60% perilaku mengemudi sangat menentukan konsumsi BBM dan 40% faktor lain seperti jalan macet, tanjakan dan turunan, dll).
    
 
Hemat dari sudut teknis:
 
1. Mesin mobil harus dalam kondisi sehat. ( stasioner baik dan tidak ada bunyi-bunyi asing, air radiator tidak bocor, dll )
2. Tekanan ban di angka 32-34 psi (sedikit diatas rekomendasi pabrik)
    Pilihlah ban yang lebar telapak-nya jangan lebih dari 215  
3. Saat meluncur/turunan, persneling jangan di posisi N, biarkan di gigi 1 atau 2. Efek engine brake terbukti lebih menghemat bbm daripada stasioner.
4. Nyalakan AC seperlunya saja. Tapi saat ditol, justru nyalakan AC, jangan buka jendela.
5. Turunkan muatan-muatan tak berguna yg selalu ada di mobil. Pilih karpet > mobil yg ringan tapi kuat.
 
 
Hemat dari sudut pandang teoritis
 
1. Jangan memanaskan mobil terlalu lama, maksimum 2 menit saja. Warming-up mesin selama 30 menit, sama artinya dengan terjebak macet selama 30 menit juga. Bandingkan dengan, jika Anda menjalankan mobil tersebut dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam, selama 30 menit, maka Anda sudah mencapai jarak sekitar 25-29 km.
- Kasus I. Manasin mesin 30 menit, jarak tempuh 0 km.
- Kasus II. Mobil berjalan 30 menit dengan speed rata-rata 100 km/j, jarak tempuh kurang lebih 40-49 km.
 
Konsumsi BBM juga fungsi dari waktu, bukan hanya fungsi dari jarak loh..... Jika diasumsikan mobil Anda rata-rata konsumsi BBM-nya 10 km/l, maka untuk
- Kasus II akan menghabiskan 5 liter BBM
- Kasus I, tergantung cc mobil Anda, makin besar cc-nya maka makin boros.
 
Untuk < 1000 cc, selama 30 menit akan menghabiskan sekitar 0,5-1 liter BBM
Untuk 1000 cc - 2500 cc, selama 30 menit akan menghabiskan sekitar 1-1,5 liter BBM
Untuk > 2500 cc, selama 30 menit akan menghabiskan sekitar > 1,5 liter BBM
 
Semakin tinggi cc mobil Anda, maka konsumsi BBM cenderung melawan waktu daripada melawan jarak.
  Sebaliknya, jika cc mobil Anda kecil, maka konsumsi BBM cenderung ber-korelasi dengan jarak, bukan waktu.
Pengalaman pribadi:
Dengan mobil Timor DOHC 1.600 cc hijau punya saya.
Semarang ( Tlogosari ) ke Karangjati (30km), waktu sekitar 38 menit, konsumsi BBM Premium sekitar 2 liter.
Dengan mobil Timor DOHC 1.500 cc merah punya KD
Semarang ( Tlogosari ) ke Solo, PP (220km), dengan waktu tidak diketahui, isi BBM Premium 11.11 liter.



Penyebab bunyi (mie jowo) tek-tek pada mesin

 HLA (Hydraulic Lash Adjuster)

Ada 16 pcs HLA pada Timor DOHC dan 8 pcs pada Timor SOHC.
Kalo ada satu saja HLA yang sudah bermasalah maka bunyi tek-tek akan terdengar saat mesin dihidupkan.
Memang lama-kelamaan akan hilang, karena tekanan oli sudah naik dan mengisi dalam HLA tersebut.
Bunyi HLA yang bermasalah ini menggangu tetangga depan rumah saya....
dia kira bakul mie jowo yang lewat ( tek-tek-tek....).

Gambar di samping ini contoh HLA yang masih kotor (terlihat lebih hitam dengan adjusting piston yang sudah celong dikit) 
Kalau yang masih baru ( gambar atas )  adjusting piston terlihat masih rata dan bersih.



 
Permasalahan bunyi tadi akan hilang bila kita lakukan penggantian part dengan part baru. Harga HLA dalam kisaran 100-125rb (harga rata-rata).
Kalau mau coba di bersihkan dulu juga boleh....
Caranya :
Lepaskan Timing belt, camshaft dkk...
Sekalian bersih-bersih, kalau ada part yang kotor lebih baik sekalian dibersihkan.

Bersihkanlah masing masing bagian tersebut dengan menggunakan DCS atau sejenisnya, lakukanlah dengan seksama sehingga kotoran yang melekat lepas semuanya, lalu diamkan sekitar 15 s/d 20 menitan agar pembersih kerak bekerja efektif. Gunakan kuas kecil atau cotton bud untuk membersihkan kerak jangan pergunakan sikat kawat. Perhatikan pada setiap part HLA, usahakan membersihkan sampai sedetail-detail nya,termasuk juga check ball yang terdapat pada check valve body, jangan sampai ada kotoran yang masih tertinggal disana, karena jika masih ada, besar kemungkinan oli tidak bisa masuk dan keluar dengan baik.
Selanjutnya bilaslah dengan Carb cleaner (STP atau sejenisnya) sehingga kotoran yang telah di lunturkan DCS terlepas dan HLA menjadi bersih kembali.

Selanjutnya olesi seluruh part dengan oli baru, rakit ulang bagian-bagian tersebut sesuai urutan gambar diatas, jika Check Valve body sukar masuk ( artinya Check Valve body bekerja baik) Tusuk dan tekanlah Check Ball dengan kawat kecil atau jika tidak ada bisa menggunakan klip kertas yang sudah diluruskan, melalui lubang kecil tepat di ujung kepala adjusting piston sehingga check ball tertekan ke bawah dan udara yang ada dalam lifter housing keluar dan Check valve body masuk kedalam.

Pada saat menginstall Adjusting Piston, perhatikan lubang Adjusting Piston harus searah dengan lubang pada Liftter housing.

Pada saat membersihkan part-part tadi bila terlihat ada goresan atau cacat retak pada lifter housing atau putusnya return spring atau ring pada lifter housing lebih baik ganti dengan HLA yang baru.

Setelah selesai pekerjaan terhadap HLA, pasangkan kembali HLA pada Cyl head dengan lubang lifter housing menghadap kearah lubang saluran oli pada cyl head, dan setelah dirasa semua pekerjaan komplit jangan lupa pasang camshaft dkk.

Vaccum Tripple Act

Swict Idle up (Vaccum Tripple Act ) Timor SOHC.
Kalo part ini sudah mulai bermasalah maka saat AC dihidupkan rpm akan naik turun atau bisa juga mesin jadi mati.

Adalah part yang berfungsi untuk menjaga iddle / putaran mesin pada saat beban lain menyala, seperti AC dan Power Steering. Berfungsi juga sebagai automatic choke pada saat mesin dingin, pada timor injeksi (DOHC) namanya ISC (Idle Speed Control)

Biasanya kalo sudah kotor, tinggal dibersihkan dengan Carb Cleaner juga sudah baik kembali.
Kalo mau mantab ya di rendam WD semalaman, biar bersih sekalian.