Minggu, 13 Januari 2013

HCS (Hydrocarbon Crack System)

Rata-rata konsumsi bahan bakar mobil timor dalam pemakaian normal berkisar antara 1 : 8 sampai 1 :12.
Menurut informasi para pengguna mobil ini, banyak diantara mereka konsumsi bbm mobil Timor cukup irit.
Tidak sedikit pula yang mengatakan Timor itu termasuk boros bbm dengan kapasitas mesin 1500cc.

Nah, agar konsumsi bbm mobil timor menjadi irit ada beberapa cara yang sudah dicoba para pengguna dan terbukti konsumsi bbm menjadi lebih sedikit dari pada standart awal, seperti :
 - Mengganti Filter udara dengan Open Filter atau penambahan part penghemat lainnya.
 - Ada pula dengan penggunaan uap kapur barus atau medan magnet dkk.
 - Dengan Remap ECU atau dengan piggyback.

Disini yang akan saya informasikan bukan hanya untuk mode: irit bbm saja,
tetapi saat lampu merah kita disamping kita ada mobil yang meraung-raungkan suara mesinnya ( mengajak adu cepat ), itulah saat hati tergoda untuk mencoba kelebihan mobil ini.



HCS = Hydrocarbon Crack System
HCS adalah sistem memecah atom hydrocarbon ( uap bahan bakar premium atau pertamax) menjadi atom hydrogen H2 dan carbon C dengan cara menggunakan pipa Katalis yang dipanaskan.

Hydrogen termasuk jenis gas yang ringan yang mudah menguap dan mudah terbakar.

Rumus kimia Premium  : C8H18 dengan oktan berkisar 88-89 dan Pertamax : C10H24 dengan oktan berkisar 91-95  (maaf bila salah tulis)


Pipa katalis HCS terbuat dari silinder tembaga dengan panjang 10 sampai 13cm yang berisi antara lain serbuk alumina oxide dibungkus dengan saringan nikelin (nickel)dan lempeng platimun ( platina ) di lingkaran luar dan + rutherium (pada tekanan 70 - 150 psi ) masing2 disekat setrimin stailess steel sebagai anti Flashback.
Pipa katalis inilah yang berfungsi memecah atom hydrocarbondari uap bbm.

Pada awalnya saya install HCS dengan tabung bbm didalam kap mesin dan pipa katalis agar dapat panas yang cukup untuk proses pelepasan gas hydrogen, saya install di atas exhouse manipol.


Saya letakan tabung bbm di posisi bawah kotak filter udara yang sudah saya lepas.
Takut juga, ntar kalo bensinya meledak karena panas mesin....   akhirnya saya sedia Fire Stop.

Untuk jaga-jaga perlu juga nih....
harga nya mulai 75ribu-an dengan masa aktif sampai kurang-lebih 5 tahun.

Sudah ada dudukannya tinggal pasang di dalam kabin.

Setelah HCS terpasang RPM mesin menjadi lebih tinggi, karena ada tambahan bahan bakar (gas hydrogen).
Mobil terasa makin kenceng dan enteng tarikannya.....

Kalao irit-nya sih saya rasa belum dapat nih....
ECU kan masih tetap membaca input-an dari MAP sensor dengan kondisi vakum intake yang tidak banyak berubah.
Seperti pada HHO, saya rasa perlu dipasangkan dengan MAP Enchancer agar dapat setelan mode: irit bbm.

Setelah ada waktu untuk benerin mobil sendiri..... ( hehe..... yg dibenerin mobil orang terus ).
Akhirnya saya membuat jalur cracoal canister seperti pada Timor SOHC, dengan tujuan untuk mengambil uap bbm langsung dari tangki bensin.
Pipa canister SOHC ini juga bisa diganti dengan pipa minyak rem dengan panjang 3 meter.

Walaupun install baru tetapi di Timor DOHC jalur pipa sudah ada tempatnya, jadi tinggal pasang saja.







Resorce pict: Silpi



Sementara bukaan besar atau kecil uap bbm yang ke katalis saya letakan begitu saja...
Rencana bukaan ini akan saya masukkan ke panel dashboard, jadi pengaturan HCS langsung dari dalam kabin.